Kamis, 29 Desember 2011

Wisata Murah Meriah ke Thailand Day 2 (Bangkok)

Setelah hari pertama sampai di Bangkok, Pada hari kedua ini, kami berpetualang ke Wat-wat yang ada di Bangkok dengan acara sebagai berikut :


Rencana :Chao Phraya Tourist Boat, Grand Palace, Wat Pho,Wat Arun



Paginya
kami sekeluarga breakfast di hotel. Karena sudah nambah extra bed, jatah breakfastnya 3 orang, tapi kami berlima bisa masuk he he he... Nggak rugi deh. Breakfastnya cukup enak Buffet Internasional.

Pokoknya mantap!
Setelah kenyang, kami keluar dari Hotel untuk mencari taxi menuju BTS Siam (Seyam dalam bahasa Thai). Diluar banyak sekali tuk-tuk (seperti becak) yang menawarkan jasa. Tetapi kami tidak mau karena banyak yang bilang tuk-tuk yang suka nipu.




Akhirnya kami menemukan taksi dengan argo untuk menuju terminal Sky Train (semacam MRT di Singapore).  Masalah-nya pengemudi taksinya tidak lancar bahasa inggris jadi harus muter-muter dulu baru ketemu terminalnya BTS Siam. Tarifnya 80 bath. 

Karena di Bangkok lagi persiapan Pemilu Presiden, Maka banyak poster "Pilih Aku" di sepanjang jalan serta Foto Raja Bhumibol Adulyadej.
Perjalanan dilanjutkan dengan naik Sky train, modelnya seperti MRT tapi lewatnya di atas lalu lintas Bangkok. Kali ini tujuan kami adalah stasiun Saphan Thaksin. Harga sky train 30 bath/orang.

Saphan thaksin adalah tempat awal untuk naik tourist boat. Dengan harga Tourist Boat seharga 150 bath/orang, kami dapat menikmati pemandangan sungai Chaopraya, ada Wat Arun yang bagus dan gedung gedung tinggi lain kayak hotel Hilton, dll di sepanjang sungai tersebut. Sebenarnya naik public boat juga bisa, tapi di tourist boat ada guidenya yang njelasin ini dan itu (tapi lagi lagi bahasa inggrisnya tidak jelas).

Kami turun di Dermaga Tha Thien Pier. Keluar dari pier, kami lihat di sebelah kiri kelihatan Grand Palace dan sebelah kanan ada Wat Pho. Kami memutuskan untuk ke Grand Palace dulu. Ternyata di Grand Palace ada banyak pintu tetapi dijaga oleh tentara nggak boleh masuk oleh penjaganya, disuruh jalan terus, sampai sudah berjalan jauh…. sekali masih belum ketemu pintu utamanya. . Sempet juga mau ditipu sama orang, katanya lagi ada acara Buddha, jadinya jam 2 baru buka, padahal waktu itu kan masih jam 11an. Tapi, karena sudah baca di internet bahwa banyak orang sering ditipu dan ujung2nya malah ditawari pergi ke tempat lain (dipaksa beli perhiasan karena banyak toko yang memberikan komisi kepada orang yang mengenalkan tokonya) maka saya menolaknya dengan halus. Setelah ada 5 orang yang berusaha menipu, akhirnya sampai juga di pintu utamanya. Wah sampai keringatan saking panas dan jauhnya.

(Malamnya setelah melihat rute Tourist Boat kami baru sadar bahwa kalau mau ke Grand Palace turunnya di Maharaj Pier. Masalahnya Grand Palace kelihatan dekat sekali pada waktu kami turun dari Tha Tien Pier jadi kami ke Grand Palace dulu yang ternyata tidak boleh masuk di sembarang pintu. Seharusnya kalau turun di Tha Tien Pier kita ke Wat Pho dulu). Untuk pengalaman saja deh.


Untuk masuk ke Grand Palace ini, harus pakai pakaian sopan. Untuk amannya kami pakai celana panjang dan kaos berkerah. Setelah pemeriksaan petugas, banyak yang menawarkan jasa guide berbahasa Inggris, Cina atau Jepang + tiket masuknya. Dikirain kita turis Jepang kali he he he … Tapi saya abaikan saja. Malah mereka nawari bayar 4 orang saja, anak yang kecil (7 tahun) tidak usah bayar. Tapi kami akhirnya memilih beli tiket resmi saja untuk 4 orang (Untung diberitahu oleh guide itu). Harga tiket 350 bath termasuk tiket masuk Vinmannek Mansion, Ananta Samakhom Throne Hall dan Abhisek Dusit Throne Hall yang bisa dikunjungi dalam jangka waktu 7 hari dari tanggal tiket.

Wuiih...Grand Palace bener bener sesuai namanya.. gueede dan wow.. amazing banget.
Ada 3 pagoda yang warnanya emas. Kami banyak foto-foto di sana. Sayangnya panas... untungnya ada semacam pendoponya buat ngadem sebentar. Di pendopo itu juga banyak guide yang lagi menjelaskan ke pesertanya jadi kita bisa pasang kuping juga.


Dalam kompleks yang sama ada Wat Phra Kaew (Temple of Emerald Buddha). Untuk masuk ke wat ini, harus lepas sepatu. Di dalam ada biksu-biksu yang sedang berdoa.
Karena tidak ngerti kami beli 1 buku di Temple itu mengenai sejarah temple.


Memercikkan air di Wat Phra Kaew mungkin utk keberuntungan :D
Selanjutnya, keluar dari Grand Palace sempat bingung makan dimana, akhirnya kami putuskan makan di sebuah Restoran Italia Au Bon Pain. Kami makan sandwich. Di sana kami ketemu sesama turis dari Swedia, mereka ber-4 ke Bangkok buat liburan.
Salah satu turis dari Swedia
Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Wat Pho. Tiket Masuk 50 bath. Di sini ada Patung Buddha Reclining / Buddha Tidur yang terbuat dari emas. O ya, kalo mau foto foto, ada spot menarik yaitu dari deket kakinya Buddha. Dari situ bisa keliatan keseluruhan Buddha tidurnya.

memasukkan koin untuk good luck di dekat reclining Buddha
Dari Wat Pho seharusnya kami akan ke Wat Arun tetapi hujan turun deras sekali sehingga kami harus menunggu hujan reda. Anak-anak sudah mulai rewel kecapekan, akhirnya acara diganti ke Mall Siam Paragon. Karena sudah beli tiket Tourist Boat maka kami ke Tha Tien Pier lagi menuju Saphan Thaksin sambil melihat suasana sore di Chao Praya River. Kita sempat foto Wat Arun dari jauh.

Kemudian dari Stasiun Saphan Thaksin kita naik sky train turun di BTS Siam menuju Siam Paragon Mall. Harga Sky train 30bath/orang. 
Begitu masuk di pintu masuknya ada Counternya Madame Tussaud Patung Lilin mereka menawarkan tiket promo Madame Tussaud. Tapi karena tujuannya ke mall cuma untuk makan maka kita cuma foto2 aja. Ada patungnya Jackie Chan. Lumayan, fotonya gratis, dan sekaligus kenang kenangan, kayaknya pernah masuk Madam Tussaud, padahal cuma foto di pamerannya doang... hehehe...

Di lantai I mall ada foodcourt dengan suasana ocean (karena di dekat sana ada Ocean World). Anak-anak suka karena bisa makan sambil lihat ikan.
Pulang ke Hotel naik taxi dari depan mall. Begitu naik taxi kita minta taxinya pakai argo, tetapi dia nggak mau dan minta tarif 200 bath. Karena kita nggak mau akhirnya diturunkan di jalan. Banyak tuk-tuk yang nawari, tapi kita nggak mau, akhirnya dapat taxi dengan kesepakatan biaya 100 bath. Ternyata taxi tidak mau pakai argo karena jalan-jalan di pusat kota Bangkok macet.

Selasa, 27 Desember 2011

Wisata murah meriah ke Thailand Day 1 (Surabaya-Bangkok)

Melanjutkan posting terdahulu yang bercerita tentang persiapan keluarga kami serta tips-tips mencari hotel, postingan kali ini tentang perjalanan kami dari Surabaya ke Bangkok.


Pesawat berangkat jam setengah 4 sore, untung tidak ada delay.
Se
kitar jam 7-an waktu setempat, kami sekeluarga sampai di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok . Bandara ini sangat besar,memiliki 4 lantai





Karena sudah lapar kami cari tempat makan, kami temukan tempat makan yang namanya Miracle Food Village, makanannya yang gampang-gampang saja :
Nasi+ Telor+Udang :55 baht (kurs 1 baht = 300 rupiah)
Nasi Ayam Goreng :75 bath
Nasi Goreng porsi Jumbo :80 bath
Bola Daging/Bakwan :70 bath


Dari airport kami menuju ke hotel Ecotel di daerah Pratunam. Kami naik taksi airport (sambil menunjukkan tulisan hotel dan alamat dalam bahasa Thai) seharga 400 Bath (sebenarnya 350 bath, tapi karena sudah malam kena charge 50 bath) Ternyata di Bangkok punya banyak jalan layang, ya kira-kira seperti Jakarta.




Hotelnya tidak terlalu besar tapi dekor lobinya cukup bagus. Saat itu kan lagi sepi-sepinya hotel, karena sudah jam 10-an malam. Begitu turun dari taxi, sudah kelihatan resepsionisnya, resepsionisnya langsung bilang harus nambah extra bed karena kami berlima. Dan akhirnya bayar lagi 600 bath/hari (Rp180.000,-) X 3 hari untuk 1 extra bed + Breakfast. Nggak jadi ngirit deh..

Setelah check in, anak-anak buka chanel TV ternyata didominasi siaran dalam bahasa Thailand yang seperti aksara jawa yang tidak dimengerti. Ada Boomerang, tapi nggak ada Disney Channel ,AXN, Star World, dsb. Sebenarnya tidak apa-apa, toh ke Bangkok bukan untuk bersantai di hotel.


Setelah bersih diri , tidur deh...

Wisata Murah Meriah ke Thailand - Pendahuluan


Saya mau berbagi informasi pada waktu kami (saya, suami dan ketiga anak kami) pergi ke Thailand Juni 2011 lalu.

Namanya Wisata murmer, yang pertama harus dicari adalah tiket murah. Pilihan jatuh ke Air Asia yang baru saja membuka jalur Surabaya-Bangkok. Kami memesan pada saat ada pameran Air Asia di Supermal Surabaya dengan diskon 20%. Per orang + 1 Juta rupiah PP. Cukup murah karena free bagasi (bayar pakai promo kartu kredit) dan perginya pada saat High Season (liburan sekolah).

Setelah urusan tiket beres, langkah selanjutnya menyusun Catatan Perjalanan serta hotel. Kami berencana untuk ke Bangkok 4 malam dan ke Pattaya 2 malam. Hotel yang dituju Hotel bintang 3 tapi ingin juga menginap di Baiyoke Sky Hotel yaitu Hotel tertinggi di Bangkok berbintang 4.

Tips mencari hotel :
·         Cari Hotel yang lagi promo 2 bulan sebelum berangkat. Ada beberapa web yang menjual Voucher Hotel secara online seperti : www.agoda.web.id, www.airasiago.com, www.asiatravel.com. Bandingkan harganya karena Promo bisa sampai discount 40% seperti yang kami dapatkan pada waktu booking Baiyoke Sky Hotel
·         Lihat Review Hotel yang akan ditinggali lewat internet dengan keyword Review Hotel tersebut.

Kami memesan Hotel Ecotel Pratunam Bangkok untuk 3 malam dengan harga Rp 323.000,-/malam + Breakfast di website AirasiaGo. Dan 1 malam di Baiyoke Sky Hotel seharga Rp 650.000,-/malam tanpa Breakfast di situs agoda. Untuk di Pattaya kami memesan Citin Loft Pattaya seharga Rp 750.000,-/malam + Breakfast untuk family room (2 kamar tidur).

Untuk urusan transportasi, selama di Bangkok kami menggunakan taxi, Sky Train, dan keliling naik Tourist Boat.

Untuk menuju ke Pattaya ada beberapa pilihan :
1.       Menggunakan bis umum
2.       Menggunakan travel Bell Travel Service
3.       Menggunakan jasa carter mobil

Mengingat waktu yang terbatas, kami tidak mau membuang waktu di perjalanan. Maka kami memutuskan untuk menggunakan jasa privat carter mobil dengan harga 3200 baath. Setelah googling di internet, kami menemukan Mr. SAM dari CURRENT PRIVATE TOUR & SERVICE. Dari review di internet Mr. SAM bisa dipercaya.




Persiapan berikutnya adalah mencari informasi tempat wisata di Bangkok dan Pattaya. Website yang sangat informatif dapat dilihat di www.wisatathailand.com , websitenya berbahasa Indonesia dan sangat lengkap. Di web ini kita dapat mencari info mengenai tempat belanja dan hiburan, jam operasionalnya, dan ada peta BTS dan MRT. Pokoknya lengkap deh.


Contoh kalau mau ke Vimanmek ada informasi seperti ini :
Vimanmek Mansion (www.vimanmek.com)
Inilah bangunan dari kayu jati terbesar di dunia, berlokasi di Ratchawithi Road. Dibangun oleh Raja Chulalongkorn (Rama V) di tahun 1901, istana bergaya Eropa ini memiliki andil dalam menghalau penjajahan bangsa Eropa. Di sini pula disimpan koleksi kerajaan dari abad 19 dan 20, serta karya kerajinan terbaik dari yayasan SUPPORT Ratu Sirikit.
Pertunjukan tari klasik Thailand akan tampil setiap pk. 10.30 dan 14.00.
Lokasi: 139/2 Ratchawithi Rd, Dusit. Jam buka: 9.30 - 15.00. Harap berpakaian yang sopan.

Oh ya, karena di Bangkok nggak semua orang mengerti bahasa Inggris, kita bisa googling tempat yang akan dikunjungi dan mencari Nama tempat dan Alamatnya dalam bahasa Thai, setelah itu diprint di kertas. Hal ini berguna kalau kami tidak tahu arah atau mau naik taxi. Tinggal tunjukkan kertas tersebut.
Seperti ini :



Kemudian, tinggal nunggu berangkatnya aja…