Sabtu, 16 Februari 2013

Jalan Jalan ke Lombok Day 3, Snorkeling at Gili-Gili

Hari Ketiga, 26 Desember 2012

Acara : Pelabuhan Bangsal, Gili Trawangan, Glass Bottom Boat dan Snorkeling ke Gili-Gili

Setelah hujan semalaman sampai dengan jam 7 pagi. Cuaca pagi ini cukup cerah. Setelah Breakfast kami memutuskan untuk berangkat menuju Gili Trawangan, Lombok.
Kami memesan Lombok Taxi untuk menjemput ke Hotel.

LOMBOK TAKSI & GOLDEN BIRD
Jl. Koperasi No. 102 Ampenan, Lombok Barat NTB.
Telp:+62(370)627000, 645000
Fax:+62(370)623972


Hanya nunggu 5 menit, ternyata taxi sudah menjemput kami karena pangkalan taxinya di Jl .Senggigi juga. Untuk ke Gili Trawangan kami naik taxi ke Pelabuhan Bangsal Pemenang sekitar 30 menit dari Senggigi. Dalam perjalanan kami mampir ke Puncak Malimbu untuk berfoto sebentar. Pemandangan dari Puncak Malimbu bagus sekali.

Selama perjalanan menolehlah ke sebelah kiri jalan, karena kita akan disuguhi pemandangan yang sungguh cantik. Pemandangan pantai yang indah dengan pohon-pohonnya.
Puncak Malimbu dan pemandangan sepanjang perjalanan (foto pojok kiri)
Sesampai di Bangsal, taxi berhenti di ujung jalan. Perjalanan ke Pelabuhan dilanjutkan dengan Cidomo (semacam dokar). Kami sempat menanyakan ke Driver taxi, mengapa taxinya tidak langsung mengantar kami ke Pelabuhan karena jalannya cukup lebar untuk dilalui mobil. Kata Drivernya untuk bagi2 rejeki dengan penduduk setempat. Biaya taxi Senggigi ke Bangsal Rp 70.000,- dan Biaya Cidomo Rp 30.000,-

Untuk menghindari kesulitan transport kembali ke Senggigi maka kami janjian agar driver taxi menjemput kami sorenya.

Perjalanan dengan Cidomo ke Pelabuhan Bangsal ternyata tidak terlalu jauh, tapi anak-anak senang juga bisa naik Cidomo.

Sesampai di Pelabuhan, kami langsung beli tiket resmi penyeberangan ke Gili Trawangan di Koperasi "Karya Bahari ". Biaya per orang Rp 12.500,-

Kami diberi tiket berwarna merah muda, untuk penanda antrian (antrian sebelumnya diberi warna kuning, jadi tidak bisa serobotan).  Setelah menunggu 30 menitan, semua penumpang dengan tiket warna merah muda boleh naik ke kapal. Karena yang kami naiki adalah public boat maka penumpangnya selain para wisatawan juga para pedagang dengan semua barangnya yang cukup banyak. Petugas kapal dengan sigap mengatur barang yang besar masuk duluan kemudian mempersilahkan para penumpang naik ke kapal, dan terakhir menaikkan sisa barang lainnya. Hati-hati ketika berjalan menuju kapal, karena sebagian kaki terendam air. Saya sempat kehilangan sandal karena kebawa arus air. Jadi lebih baik sandalnya dijinjing saja.

Perjalanan ke Gili Trawangan kurang lebih 30 menit. Sesampai di Gili Trawangan kami menuju ke loket untuk membeli tiket Glass Bottom Boat dan Snorkeling ke Gili Meno dan Gili Air. Biaya tiket Rp 100.000,- per orang. Kalau mau naik Glass Bottom Boat jangan kesiangan karena kapal hanya berangkat pukul 10.30 sampai 11.00.
Transportasi yang kami naiki hari ketiga- Cidomo (Dokar ala Lombok),
Berfoto di depan pelabuhan Bangsal, Public Boat yang penuh sesak,
dan glass bottom boat untuk snorkeling
Pukul 11.00 Glass Bottom Boat sudah terisi penumpang sekitar 30 orang. Kebanyakan penumpang turis asing, yang turis lokal termasuk kami ada 13 orang, kami sekeluarga 5 orang, 1 keluarga lagi dari Jakarta 4 org, dan 2 pasangan suami istri. Kapal mulai berangkat menuju perhentian (spot) yang pertama di tengah laut antara Gili Trawangan dan Gili Meno. Sebelumnya petugas membagikan alat snorkeling (kacamata , snorkle serta Life vest). Untuk sepatu katak (Fin) harusnya pinjam di kantornya sesuai ukuran S, M, L, tapi karena nggak diberitahu sebelumnya maka kami nggak pakai sepatu katak.

Di Spot yang pertama, kita bisa melihat ikan warna-warni dan terumbu karang. Yang tidak berenang bisa melihat di Glass Bottom. Waktu yang diberikan untuk spot yang pertama 30 menit.

Perjalanan dilanjutkan ke Spot yang kedua, yang merupakan spot yang tercantik. Guide menjelaskan prosedur untuk spot kedua ini yaitu Guide akan memimpin di depan dilanjutkan dengan penumpang lain yang mau ikut. Dijelaskan juga bahwa kapal tidak akan mengikuti kami seperti di spot yang pertama, jadi yang boleh ikut  harus benar-benar perenang yang handal karena jalur berenangnya lebih jauh. Di spot ini kita bisa melihat dari dekat Manta Rays dan Sea Turtle. Setelah instruksi tersebut, kami dan beberapa turis lokal memilih tidak ikut dan menunggu di kapal. Tapi ternyata Gita, anak bontot kami yang masih 8 tahun  malah ngotot ikut di Spot yang kedua itu. Kami sempat kawatir karena kami tidak bisa mendampingi (harus belajar renang dulu he...he...he...). Dengan nekad, Gita nyemplung ke laut mengikuti perenang lainnya yang lebih dewasa. Dan ternyata dia bisa menyelesaikan Spot kedua dengan baik. Meskipun sempat nangis karena kacamatanya copot dan nggak bisa lihat turtle. Wah, nggak rugi Gita ikut klub renang di Surabaya karena staminanya kuat untuk berenang di laut lepas he..he..he...

Setelah Spot kedua selesai, Guide menanyakan apakah lanjut ke Spot yang ketiga atau makan dahulu. Semua penumpang sepakat mengatakan FOOOOD!!.

Kapal merapat ke Gili Air untuk memberikan kesempatan para penumpang untuk makan siang. Makan siang ini bayar sendiri, tidak termasuk harga tour. Kami diantar ke salah satu restaurant di pinggir pantai. Suasana cukup nyaman, dapat melihat laut lepas.

Setelah makan siang, semua penumpang dipersilahkan untuk naik ke kapal. Acara dilanjutkan ke Spot yang ketiga. Sama seperti spot pertama di spot ini kita diberikan waktu 30 menit untuk snorkeling. Saya dan suami mencoba snorkeling di spot yang ketiga ini. Saya sempat panik di spot ini karena seperti kebawa arus air dan tidak bisa berenang. Gita si kecil menolong saya dengan membawa saya kembali ke pinggir kapal dengan ban yang dilempar dari kapal. Wah malu2in deh ....
Gita the rescuer dengan pelampung, Makan sate di restoran pinggir pantai di Gili Meno(foto kanan)

Setelah spot yang ketiga, kapal kembali ke Gili Trawangan.

Sampai di Gili Trawangan sudah pukul 15.30. Kalau mau keliling pulau kita dapat naik Cidomo atau sewa sepeda karena nggak ada kendaraan bermotor. Tarif Cidomo Rp 125.000,- dan Sewa sepeda Rp 30.000,-. Kami memutuskan untuk jalan-jalan saja sekitar pulau dan mampir di salah satu cafe untuk minum jus.
Gili Trawangan - Pergi ke salah satu cafe dan bermain di pantai

Sekitar pukul 16.30 kami menuju ke Loket untuk membeli tiket penyeberangan ke Pelabuhan Bangsal seharga Rp 10.000,-/orang. Sama seperti berangkatnya, public boat dipenuhi wisatawan dan para pedagang yang kembali ke Pelabuhan.

Sesampai di Pelabuhan, kami naik Cidomo lagi sampai ke ujung jalan. Sambil menanti taxi yang akan menjemput kami, banyak taxi lain yang menawari untuk mengantar kami. Ternyata tidak perlu kawatir tidak ada transport di Pelabuhan, karena ada banyak taxi didekat pangkalan Cidomo. Tak berapa lama taxi yang menjemput kami datang dan mengantar kami ke Senggigi. Rencananya kami mau mengejar Sunset di Malimbu, tapi kami kecewa karena langit mendung dan hujan mulai turun. Nggak jadi lihat sunset deh....
Akhirnya kami kembali ke Hotel. Biaya taxi Bangsal ke Senggigi Rp 75.000,-

(Lebih murah ongkos Taxinya, karena hari sebelumnya kami ditawari untuk diantar jemput oleh Driver taxi Pak Edi dengan harga Rp 250.000,- pp).

Malamnya karena hujan cukup deras, saya berdua dengan suami keluar hotel dan membeli makan malam untuk dibungkus di Cafe Tenda Pak Poer (jadi langganan nih). Menunya Fuyunghai, Tamie Capcay dan Nasi Goreng. Untuk minumnya ada STMJ dan Hot Tea.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar