Senin, 18 Februari 2013

Jalan Jalan ke Lombok Day 5, Exploring Sendang Gile


Hari Kelima, 28 Desember 2012
Acara : Peternakan Mutiara, Sendang Gile Waterfall, Sunset @ Malimbu

Setelah Breakfast, Pukul 9.00 pagi kami sudah dijemput oleh Pak Mukhlis, driver dari Mahardika Travel.
Mobil Avanzanya baru dan wangi. Tiap penumpang diberi 1 botol aqua. Dan drivernya sopan sekali.
Kami langsung berangkat ke Air Terjun Sendang Gile. Dalam perjalanan saya baru sadar, lho kok nggak lewat Hutan Pusuk. Pak Mukhlis bilang jalan lewat Hutan Pusuk lebih jauh dan berkelok-kelok sedang jalan yang sekarang dilewati mulus. Jadi kami lewat Malimbu lagi seperti kemarin ke Pelabuhan Bangsal. Dan ternyata bisa masuk sedikit, untuk dapat spot foto yang lebih bagus daripada hari sebelumnya

Sempat kecewa juga karena tidak bisa memberi makan kera2 di Hutan Pusuk, tetapi kekecewaan itu segera hilang karena Pak Muchlis mengajak kami ke Showroom Mutiara Autore di Pemenang. Disana kita bisa daftar untuk ikut tour yang menjelaskan bagaimana proses peternakan mutiara, tetapi sayang hari itu tidak ada tour. Jika mau ikut tour daftar dahulu untuk besok Rp 180.000/orang , Wah nggak bisa deh, karena besok kami sudah pulang ke Surabaya.

Setelah melihat koleksi mutiara di showroom mereka, Bapak Ion, Manager Autore memanggil bawahannya untuk menjelaskan kepada kami mengenai proses beternak mutiara. Wah senang sekali. Petugas menjelaskan secara detail bagaimana proses pembuatan mutiara dengan alat peraga.Wah ternyata untuk mendapatkan 1 butir mutiara memerlukan waktu 4 tahun sebelum dapat dipanen. Dijelaskan juga bagaimana cara memilih mutiara yang bagus (ada Gradenya). Di Showroomnya koleksi mutiara mereka banyak. Ada yang masih butiran mutiara dan ada juga yang sudah jadi perhiasan. Harga 1 butir mutiaranya juga beragam tergantung mutunya antara 500.000,- sampai jutaan rupiah. Untuk perhiasannya dijual per piece seperti kalung, cincin, gelang ada juga 1 set perhiasan seharga Rp 1 milyar.
Kiri-Jalan ke showroom-nya Autore, Kanan-Gambar penyelam
sedang berada di peternakan mutiara dan
 jaring khusus untuk membudidayakan mutiara


Kiri - Mutiara dari kecil hingga besar (4 tahunan)
Kanan - Tempat peternakan mutiara dan perhiasan
perhiasan yang dibuat dari mutiara

Setelah peragaan selesai kami memilih 1 buah kerang untuk hiasan rumah seharga Rp 75.000,- (soalnya mutiaranya mahal-mahal sih...)

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke Air terjun Sendang Gile. Sepanjang perjalanan kita disuguhi pemandangan yang cantik, bentangan sawah yang luas dan subur dengan burung-burung serta kerbau di sawah. Berasa masuk ke lukisan anak-anak biasanya, ada gunung, matahari, sawah, dan segala komponennya.

Sesampai di Desa Senaru, kami makan siang dahulu di Pondok Senaru. Pemandangan Desa dari Pondok Senaru bagus sekali walaupun hujan turun cukup deras.
Pondok Senaru juga menyewakan kamar2nya untuk mereka yang mau stay disana. Suasananya dingin khas suasana pegunungan. Pak Mukhlis bercerita kalau yang stay di Pondok Senaru biasanya turis-turis yang selesai mendaki Gunung Rinjani. Para pendaki biasanya mulai mendaki dari Desa Sembalun. Medan yang dilewati cukup berat, biasanya memerlukan waktu 3 hari 2 malam, menginap di tenda dan membawa sleeping bag serta persediaan makanan. Selain puncak gunung, tempat yang sering dikunjungi adalah Danau Segara Anak. Pemandangan di Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak ini yang dikatakan paling cantik diantara gunung-gunung lain di Indonesia. Setelah mendaki gunung mereka turun gunung menuju Desa Senaru. Nah... di kaki Gunung Rinjani itulah ada banyak Air Terjun dan yang terkenal adalah Air Terjun Sendang Gile dan Air Terjun Tiu Kelep. Biasanya para pendaki beristirahat dulu di Pondok Senaru atau di homestay lain di Desa Senaru, setelah itu baru ke Air Terjun atau balik ke Senggigi.
Makan di Pondok Senaru

Setelah makan siang dan menunggu hujan agak reda, kami menuju ke loket Lokasi Air Terjun Sendang Gile, di sebelah kiri Pondok Senaru. Biaya tiket Rp 5.000,-/orang. Mereka menawarkan Guide untuk menuju ke Air Terjun, tapi dengan sopan kami menolaknya. Kami langsung berjalan menuju tangga turun, sekitar 15 menit kemudian sampailah kami di Air Terjun Sendang Gile. Air Terjunnya bagus sekali.
Air Terjun Sendang Gile
Kanan- dalam perjalanan ke air terjun, masih hujan
Tetapi ketika kami sudah sampai, syukurlah hujannya berhenti
Seharusnya bisa meneruskan perjalanan ke Air Terjun Tiu Kelep, tapi sejak awal kami tidak ada rencana kesana karena medannya lebih berat dan jauh, sekitar 30 menit dari Air Terjun Sendang Gile dan harus sewa Guide.

Dari Air Terjun, kami melanjutkan perjalanan ke Puncak Malimbu untuk melihat sunset. Hujan masih terus turun, kami berhenti di sebuah bukit untuk mencoba mengabadikan sunset di atas bukit tersebut, tapi kelihatannya awan masih menutupi matahari.

Di Malimbu sebelum sunset
Mobil mulai bergerak lagi, menjelang sampai ke Puncak Malimbu, Sunset perlahan terlihat dan Pak Mukhlis segera menghentikan mobilnya untuk memberi kesempatan kami mengabadikan Sunset. Wah... akhirnya bisa lihat Sunset @ near Malimbu.
Kanan atas-Masih di Malimbu, Tapi sunsetnya terhalang awan
Kiri dan kanan bawah- Sunset di dekat Malimbu, Indah sekali..
Setelah puas melihat Sunset, kami kembali ke Hotel. Sempat foto-foto sebentar di pantai mengabadikan suasana sore hari itu.

Makan malam kali ini tetap di Cafe Tenda dengan menu Bebek, Mie Goreng dan Ikan Bakar.
Papa janjian dengan Mahardika Travel untuk menjemput kami besok jam 11.00.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar