Minggu, 10 November 2013

Jalan Jalan ke Makassar Day 5, Bantimurung Adventure

Sabtu, 13 Juli 2013

Rencana Hari Ini : Check Out Hotel, Bantimurung, Bandara Hasanuddin.

Setelah sarapan pagi, waktunya untuk Check Out. Setelah berkemas dan check out hotel, kami menuju tempat wisata air terjun Bantimurung.

Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung ini terletak di Kabupaten Maros. Dari Makasar perjalanan kurang lebih  1 jam.
Taman nasional ini ditunjuk menjadi kawasan konservasi atau taman nasional berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan. Saat ini dikelola oleh Balai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, yang berkedudukan di kecamatan Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan.

Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung memiliki berbagai keunikan, yaitu: karst, goa-goa dengan stalaknit dan stalakmit yang indah, dan yang paling dikenal adalah kupu-kupu. Bantimurung oleh Alfred Russel Wallace dijuluki sebagai The Kingdom of Butterfly atau kerajaan kupu-kupu. Taman Nasional ini merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang menyuguhkan wisata alam berupa lembah bukit kapur yang curam dengan vegetasi tropis, air terjun, dan gua yang merupakan habitat beragam spesies termasuk kupu-kupu.
Bantimurung, Maros, Makassar
Air terjun, pintu masuk Bantimurung dan danau yang airnya berwarna kehijauan

Taman Nasional ini memang menonjolkan kupu-kupu sebagai daya tarik utamanya. Menurut Wallace  di lokasi tersebut terdapat sedikitnya 250 spesies kupu-kupu. Lokasi wisata ini juga memeliki dua buah gua yang bisa dimanfaatkan sebagai wisata minat khusus. Kedua gua itu adalah Gua Batu dan Gua Mimpi.
Selain di kawasan Bantimurung, Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung memiliki berbagai macam lokasi ekowisata yang menarik. Di sana terdapat lebih dari 80 Gua alam dan Gua prasejarah yang tersebar di kawasan karst TN Bantimurung-Bulusaraung. (diambil dari Wikipedia)

Sesampai di Lokasi Taman Nasional Bantimurung, terlihat banyak penjual Souvenir kupu-kupu baik berupa bros, gantungan kunci dan pajangan lainnya. Kami membeli tiket masuk Rp 15.000,-per orang. Dengan ditemani seorang guide, kami menuju ke Air terjun Bantimurung yang ternyata tidak jauh dari pintu masuknya.

Dari Air Terjun kami menuju ke Gua Batu dengan menaiki jalan setapak di sebelah kiri air terjunnya. Pemandangan bagus sekali karena kami bisa melihat darimana asal air terjunnya dan tidak jauh kami berjalan terdapat Danau Toalaka  yang banyak kami temukan kupu-kupu yang beterbangan.
Danu Tokalaka dan kupu-kupu serta
pemandangan di jalan setapak yang masih seperti hutan
Sesampai di Goa, kami disarankan untuk meminjam Lampu Petromax  karena di dalam dapat melihat lebih jelas stalagtit dan stalagmit serta kelelawar yang ada di dalam goa.

Pada dinding dalam goa terdapat sebuah tempat berupa cekungan yang dipercaya bisa memperlancar jodoh. Pengunjung yang percaya dengan hal seperti ini biasanya akan membawa pasangan yang ingin dinikahi, lalu bersama-sama naik ke cekungan untuk memanjatkan doa. Di sudut goa ada juga sebuah tempat yang katanya sebagai tempat bertapa raja Bantimurung. Lalu ada sumber air tawar berkhasiat yang konon jika digunakan membasuh muka akan membuat awet muda.
Bantimurung
Bersama rombongan di dalam Gua Batu
Dari Goa Batu kami menuju ke Museum Kupu-Kupu yang terletak di dekat pintu masuk taman wisata. Di tempat ini terdapat penangkaran kupu-kupu dan di Museumnya kami bisa melihat berbagai jenis kupu-kupu yang telah diawetkan.

Ini dia Tour Guide kami, Bapak ...

Di sebelah museum terdapat penangkaran kupu-kupu di kurungan berbentuk rumah seperti di bawah ini :

Bantimurung

Kami juga sempat membeli beberapa souvenir Kupu-kupu berupa gantungan kunci yang bagus-bagus.

Seharusnya masih banyak tempat wisata di Bantimurung yang dapat kita kunjungi seperti Goa Mimpi dan Goa Leang-Leang, Maros yang letak nya tidak jauh dari TN Bantimurung ini tapi karena waktunya tidak cukup.  Jam 1 siang kami menuju Bandara untuk terbang kembali ke Surabaya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar