Jumat, 02 Mei 2014

Jalan Jalan ke Jogja Day 7, Kembali ke Surabaya

Hari Ketujuh

Setelah Sarapan, anak-anak berenang dan bermain di Hotel. Kemudian menuju ke Gereja Blenduk untuk Wisata Bangunan Tua.

Karena hari ini kami pulang ke daerah masing2 yaitu Jakarta dan Surabaya. Hari ini dipakai Ibu-Ibu untuk membeli oleh2 khas Semarang seperti : Lumpia Semarang di Gang Lombok, juga beli Moaci dan Gepuk. Siangnya kami sempatkan wisata kuliner dengan makan siang di Soto Bangkong.

Jam 2 siang kami menuju stasiun Tawang untuk kembali ke Surabaya dan Jakarta.

Kali ini kami Naik Kereta Api Agro Anggrek dengan tarif 240.000,- Semarang Tawang ke Surabaya Pasar Turi. Tidak sama dengan Kereta Agro Wilis pada waktu berangkat dari Surabaya yang bersih, Kereta Agro Anggrek yang kami tumpangi kotor dan banyak kecoa kecil. Mungkin karena banyak sisa makanan di bangku2 dan banyak yang tidak bisa menjaga kebersihan sehingga sayang sekali kereta api ini kotor sekali.
Jadi tidak nyaman deh.. naik kereta eksekutif kok seperti ini ya servisnya.

Tapi overall, trip ke Jogjakarta, Magelang dan Semarang ini menyenangkan karena kami bersama keluarga besar. Saya rasa travelling bersama merupakan salah satu cara yang baik untuk bertemu serta menghabiskan waktu bersama dengan keluarga besar.

Jalan Jalan ke Jogja day 6, berfoto ria di Sam Po Kong Semarang

Hari Keenam

Hari ini kami Check Out Hotel. Kami memesan mobil yang lebih besar yang muat 14 orang karena mobil yang pinjam ke kerabat di Muntilan sudah dikembalikan. Harga sewa elf long kapasitas 14 orang cukup mahal 900.000 untuk 12 jam.

Acara hari ini ke Ambarawa melihat Museum Kereta. Tetapi sesampai disana ternyata museumnya tutup. Acara dilanjutkan ke Pabrik Tahu Bandungan, Recomended Tahu dan Susu Delenya enak sekali.


Berikutnya kami menuju ke Semarang mampir di Sam Po Kong, berfoto dengan Chinese Costume.



Kemudian menuju ke kota, mengunjungi Lawang Sewu yang terkenal. Dan di malam hari, tempat ini gelap, tidak diterangi lampu di bagian dalamnya, kecuali di teras lantai 1, di mana kami berfoto. Berfoto-foto sebentar, kemudian lanjut ke tempat makan untuk mengisi perut.

Acara dilanjutkan makan malam dengan kerabat yang tinggal di Semarang, Lokasi di Rumah Makan Beringin . Menurut saya tidak mahal dan makanannya lumayan enak.

Kemudian kami check in Hotel Best Western Semarang dan kami pun beristirahat di hotel setelah hari yang menyenangkan. :)

Hotel Best Western Semarang sendiri tidak seberapa besar. Kamarnya juga lumayan lapang. Ranjangnya single ukuran 120 x 200 cm x 2 buah, cukup lebar jadi lebih leluasa.

Dan di hotel ini juga ada kolam renang yang terletak di lantai paling atas. Sehingga bisa melihat kota Semarang dari atas. Konsepnya seperti Marina Bay Sands, dengan ukuran lebih kecil dan pemandangan kota Semarang tentunya. Besok paginya, si kecil Gita mencoba berenang di ketinggian ini, ini dia fotonya :




Rabu, 23 April 2014

Jalan Jalan ke Jogja Day 5, Berwisata ke Kyai Langgeng Magelang

Hari Kelima

Acara hari ini bersantai di Hotel, Anak2 berenang di kolam renang hotel.

Agak siang kami memutuskan untuk ke Kyai Langgeng tempat wisata satu-satunya di Magelang, hanya bermain sebentar .

Sempat ke Grand Artos Mall tapi tidak ada yang menarik, acara dilanjutkan makan malam di Rumah Makan Pancoran. Makanannya berupa masakan chinese yang enak dan lezat.

Setelah hari yang cukup melelahkan kami kembali ke Hotel, yang sudah seperti rumah kedua kami.(:D)

Jalan Jalan ke Jogja day 4, Berpindah ke Magelang

Hari Keempat-Ketep Pass,
Hari ini rombongan kami pindah ke Magelang. Dengan menyewa mobil yang lebih besar : Isuzu Elf karena banyaknya bagasi yang harus dibawa. Harga sewa mobil : Rp 600.000,- per 12 jam.

isuzu elf
Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Ketep Pass, tempat dingin dimana kita dapat melihat keindahan Gunung Merapi dan belajar mengenai Gunung Merapi di Volcano Theater. Tiket masuknya sebesar Rp. 7.000,- saja. Selain menikmati pemandangan di Ketep Pass kami juga bisa melihat foto2 gunung merapi saat erupsi, juga miniatur gunung, ada juga info2 tentang apa yang harus dilakukan saat gunung meletus.

Ketep Pass
Setelah makan jagung dan camilan khas pegunungan, perjalanan kami lanjutkan ke Candi Mendut. Kami harus membayar Rp 3.000,- untuk tiket masuknya. Sebelumnya, kami makan siang di depan Candi Mendut karena banyak orang yang berjualan makanan di sana.

Selanjutnya kami menuju ke Candi Borobudur. Tiket masuknya untuk anak-anak Rp. 12.500,- sementara untuk dewasa Rp. 30.000,- . Pulangnya kami membeli beberapa souvenir, ada banyak penjual souvenir sepanjang jalan pulang seperti : kaos, celana pendek, tas, gelang yang digravir nama, panah, miniatur stupa, mianatur sepeda dll. Pintar-pintar menawar saja supaya dapat harga terbaik.

atas - Candi Mendut
bawah - Candi Borobudur
Makan Malam di Depot Mie Jawa Pak No dekat Candi Borobudur.
Lezaatt...

Dengar2 kalau turis asing yang makan disana tarifnya Rp 100.000 per porsi dan tarif domestik Rp 15.000,-.
Wah bagai langit dan bumi yaaaa. Kami beruntung dapat makan di sana karena rombongan setelah kami ditolak oleh Depotnya karena pemilik depot sudah kerepotan dengan rombongan yang ada, maklum mereka masaknya dengan arang jadi cukup lama masaknya sekali masak hanya untuk 3 porsi. Tidak rugi makan disana karena Enak tenaaann... mungkin karena masaknya pakai arang ya jadi rasanya khas. Recommended untuk pecinta kuliner.

Setelah perut terisi, kami menuju ke Hotel Atria Magelang untuk beristirahat.

Selasa, 22 April 2014

Jalan Jalan ke Jogja day 3, Natalan di Ganjuran

Hari Ketiga

Setelah sarapan, rombongan menuju ke Keraton. Sempat membeli beberapa cendera mata dan oleh2 di toko Sarinah di dalam kompleks Keraton dan diluar Kraton. Kami dipandu oleh Abdi dalem keraton yang kebetulan kami temui, yang dengan baik hati menerangkan satu persatu di tiap bangunan kraton.

Tiket Kraton Rp 5.000,- per orang ditambah Rp 1.000,- untuk yang membawa kamera. Tip Guide (Abdi Dalem) Rp 35.000,-
Berfoto di pintu masuk Keraton
dan abdi dalem yang menjadi guide kami hari itu
juga gambar Sultan HamengkuBuwono IX di perangko
Setelah puas keliling Kraton, ada Bapak-bapak yang mendekati kami menawarkan melihat kampung batik di belakang Kraton.  Kami mengikuti Bapak tersebut dan diantar ke gang sempit dimana terdapat Ibu2 yang sedang membatik dan ada toko yang menjual lukisan yang asli dari pelukisnya. Kami membeli 1 lukisan di sana

Acara dilanjutkan ke Candi Prambanan. Dan berfoto-foto ria. Kami tidak sempat masuk ke candi yang paling besar (Candi Siwa) karena sedang direnovasi dan jumlah orang yang masuk dibatasi, sehingga antrinya panjaangg sekali.
Berfoto di kompleks Candi Prambanan,
Foto kanan- sisi kiri Candi Siwa 

Berikutnya kami menuju Pantai Parangtritis. Karena hujan turun terus menerus maka kami tidak bisa menikmati pantainya.
Pantai Parangtritis

Makam Malam cukup enak di Warung Bambu di daerah Bantul, sebelum misa malam Natal di Gereja Ganjuran.
Setelah makan kenyang, kami pun datang ke Gereja Katolik Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran di Desa Bantul Yogyakarta untuk misa malam natal. Gereja Ganjuran adalah Gereja Artistik perpaduan budaya Jawa.


Jumat, 28 Maret 2014

Jalan Jalan ke Jogja Day 2, Main air di Goa Pindul

Hari Kedua - Cave Tubing di Goa Pindul, Air Terjun Sri Getuk dan Pantai Indrayanti

Untuk berkeliling Jogja di hari kedua, kami rental mobil avanza di Yusi Trans yang kami pesan lewat website www.yogyes.com .
Mobilnya bersih dan baru keluaran tahun 2012 dengan harga sewa per 12 jam Rp 350.000,- + driver.

Perjalanan menuju ke Air Terjun Sri Getuk cukup berliku. Sesampai disana ternyata kami tidak bisa melihat Air Terjun dari dekat karena boat yang seharusnya mengantar penumpang ke seberang untuk melihat air terjun tidak beroperasi karena cuaca hujan. Ada alternatif untuk berjalan menuju ke Air Terjun tetapi jalanan licin karena hujan dan cukup jauh sekitar 1 jam jalan kaki, padahal kalau naik boat cukup 10 menit sampai. Untuk mengobati rasa kecewa, akhirnya kami cukup foto-foto di pinggir sungai.

Lanjut kami menuju ke Goa Pindul. Jika tidak tahu jalan menuju Goa Pindul, banyak Guide dengan Sepeda motor yang menunggu di jalan besar yang siap mengantar kita ke lokasi secara gratis. Benar-benar gratis karena mereka dapat komisi dari operator pengelola wisata. Ada banyak operator yang menawarkan wisata Cave Tubing. Kami memakai jasa Panca Wisata Goa Pindul dengan tarif yang hampir sama dengan operator lain yaitu Rp 30.000,- per orang untuk dewasa dan Rp 25.000,- untuk pelajar untuk cave tubing. Ada wisata lain seperti rafting dll. yang dapat kalian temukan di webnya. Kemudian di gua pindulnya sendiri kami harus satu rombongan naik ban dan bergandengan tangan, supaya tidak terpisah. Untung saja hari itu tidak ramai. Cuma ada rombongan kami, dan sekitar 3 rombongan lain.
Antrian ban gua pindul
source : google image
Gua Pindul
                               
Setelah Cave Tubing, kami membersihkan diri di kamar mandi yang telah disiapkan oleh pengelola. Perjalanan kami lanjutkan ke Pantai Indrayanti. Pantai yang bagus dengan pasir putih dan garis pantai yang cukup panjang. Kami main disana sampai menjelang malam.
Pantai Indrayanti

Makan malam kami di Gudeg Permata yang terkenal di Yogya. Kami sampai disana jam 8.30 malam, tetapi warungnya baru buka pukul 9 malam. Yang ngantri sudah banyak dan kami dapat nomor 22. Bayangkan untuk makan saja penuh perjuangan. Tapi makanannya memang enak tenan..
Gudeg Permata


Kamis, 27 Maret 2014

Jalan Jalan ke Jogja Day 1, Ramayana Show

Hari Pertama - Taman Pintar, Pertunjukan Sendratari Ramayana, Homestay

Hari ini kami berangkat dari Stasiun Gubeng Surabaya jam 8.00 pagi.  Kami naik Kereta Agro  Wilis dengan tarif Rp 225.000,- Surabaya Gubeng ke Yogyakarta . Ternyata naik kereta api eksekutif menyenangkan selain waktunya yang tidak terlalu lama (sekitar 4 jam) dan tidak ada delay, anak-anak dapat jalan-jalan di kereta. Juga lebih santai sehingga tidak usah terburu-buru. Karena tidak seperti pesawat yang perlu check in dan titip bagasi, kami cukup datang setengah jam sebelum keberangkatan.

Sampai di Yogyakarta anak-anak dan papanya langsung menuju ke Taman Pintar untuk main disana. Sedang mama, bibi  dan nenek menuju ke tempat penginapan untuk meletakkan barang bawaan kami. Kami menginap di Homestay Casa Callisto yang kami temukan di webnya www.yogyes.com tempat informasi yang lengkap mengenai Yogya.

Homestay Casa Callisto cukup besar dengan 4 kamar tidur yang salah satu kamarnya disi dengan 4 single bed ditambah dengan 1 double bed tidur bawah sehingga semua anak bisa tidur di 1 kamar besar. Kamar lainnya diisi dengan double bed ditambah  kasur single  tambahan.Total muat 14 orang. Dengan harga Rp 1.400.000,- per hari ditambah breakfast untuk 14 orang, cukup murah untuk rombongan besar seperti kami.



Sambil menunggu rombongan adik kami dari Jakarta yang naik bus dari Jakarta menuju Muntilan dan meminjam mobil  kerabat di Muntilan, kami makan siang nasi gudeg di dekat penginapan.
Setelah rombongan dari Jakarta sampai di Yogya kami menuju ke Malioboro untuk berbelanja batik  di Toko Terang Bulan.

Ketika saya dan rombongan asyik berbelanja, anak-anak sudah asyik bermain dan belajar di Taman Pintar. Taman pintar sendiri terdiri dari 3 gedung, Gedung Oval, Gedung Kotak dan Planetarium, serta ada Gedung PAUD. Gedung Oval itu seperti museum yang isinya sejarah-sejarah Indonesia, bagaimana NKRI terbentuk, foto-foto presiden dari pertama sampai terakhir, dsb. Juga ada sejarah Jogja beserta nama dan foto Sultan-Sultan Jogja. Sementara di Gedung Kotak, anak-anak bisa belajar tentang sains dan penerapannya. Planetariumnya berisi kursi-kursi seperti di bioskop, kemudian diputarkan 2 film tentang astronomi.

Ini dia foto mereka di Taman Pintar :



Jam 6 sore kami bergabung dengan Rombongan anak-anak yang dari Taman Pintar di Rumah Makan Chinese Food yang terletak di Jl.  Brigjen Katamso tidak jauh dari Taman Pintar

Jadwal berikutnya kami ke Purawisata untuk melihat pertunjukan Sendratari Ramayana di Jl.Brigjen Katamso yang dimulai pukul 8.00 malam. Karena dekat, Anak-anak naik Andong ke Purawisata.



Seharusnya pertunjukannya open stage, tetapi karena hujan turun pertunjukan dipindah ke gedung. Saya melihat banyak turis asing yang melihat pertunjukan ini, baik orang bule, jepang, maupun India. Turis Indonesia juga lumayan sih, tapi masih didominasi turis asing. Sendratari Ramayana ini berkisah tentang Rama dan Sinta dan juga si jahat Rahwana. Selama pertunjukan, suara sinden dan gamelan membuat pertunjukan ini hidup, walaupun tanpa dialog. Orang-orang yang memerankan menari sesuai dengan irama lagu. Pertunjukan ini berlangsung selama 1,5 jam. Untuk info lengkapnya ada di website ini

Sendratari Ramayana
Selesai pertunjukan kami kembali ke Homestay dan istirahat.

Jalan Jalan Hepi ke Jogja, Magelang dan Semarang

Liburan Desember 2013 barusan keluarga besar kami kembali jalan-jalan bersama. Kali ini tujuan utamanya ke Yogyakarta, tetapi dilanjutkan ke Magelang dan Semarang. Karena akhir tahun, harga tiket pesawat mahal, maka kami memutuskan untuk membeli tiket kereta api. Juga untuk mencoba moda transportasi ini, karena  anak-anak belum pernah naik kereta eksekutif.

Day 1 sampai Day 7 akan diposting dalam waktu dekat.. Stay tuned!

Day 1 : Taman Pintar, Pertunjukan Sendratari Ramayana, Homestay
Day 2 :  Cave Tubing di Goa Pindul, Air Terjun Sri Getuk dan Pantai Indrayanti
Day 3 : Keraton Jogja, Pantai Parangtritis, Gereja Ganjuran
Day 4 : Ketep Pass, Candi Mendut, Borobudur on the way to Magelang
Day 5 : Kyai Langgeng, Magelang
Day 6 : Pabrik Tahu Bandungan, Sam Po Kong, Lawang Sewu Semarang
Day 7 : Beli Oleh-oleh, Gereja Blenduk, Back to hometown