Senin, 08 Juni 2015

Jalan Jalan ke Bandung Day 3, Tangkuban Perahu dan Lembang

Day 3 : Tangkuban Perahu, Kopi Luwak,  D’Ranch, Floating Market Lembang.
Kami check out Hotel jam 8 pagi. Hari ini kami makan pagi Batagor (lupa namanya tapi lumayan enak kok dan ada pusat oleh-olehnya juga) , kemudian dilanjutkan dengan beli oleh-oleh di Kartikasari.

Setelah itu kami menuju ke Tangkuban Perahu di Lembang. Perjalanan kurang lebih 2 jam.
Sesampai di Tangkuban Perahu kami membayar tiket masuk untuk 4 orang @ Rp 30.000,- dan parkir Rp 35.000,-. Pak Asep sopir kami sempat protes karena dia tidak masuk tempat wisata kok bayar juga. Tetapi pengelola tetap meminta tiket untuk 4 orang. Akhirnya kami bayar juga deh …
Pak Asep menuturkan bahwa sejak November 2014, tiket masuk Tangkuban Perahu sudah naik menjadi Rp 30.000,- pada weekend. Yang sempat dikeluhkan pengusaha travel adalah tiket untuk tamu turis asing yang naik menjadi Rp 300.000,-. Ini dirasa cukup berat, karena Pak Asep sempat membawa tamu asing ke Tangkuban Perahu tapi tidak jadi masuk kawasan karena mahalnya tiket masuk.

Untuk melihat Tangkuban Perahu ternyata tidak perlu jalan terlalu jauh karena dari parkiran mobil kami bisa langsung melihat Kawah Tangkuban Perahu dari dekat. Kami menuruni tangga yang disediakan oleh pengelola untuk lebih dekat dengan kawah. Di sepanjang jalan, kami mendengar alunan merdu suara angklung yang banyak dimainkan oleh penjual angklung yang berjualan di area kawah. Merdu sekali. Benar-benar ahli mereka memainkan angklungnya.
Kami tergoda untuk melihat mereka memainkan angklungnya dan membeli 2 set angklung untuk dibawa pulang. Kami membeli di Pak Agus Cahyana (alamat bisa dilihat di bawah ini) seharga Rp 110.000,- dan yang kecil Rp 80.000,- dan Pak Agus memberikan kami sebuah buku lagu untuk bonusnya.

Seharusnya kami berencana melihat Pertunjukan Angklung Mang Udjo di Bandung, tapi karena Pertunjukannya Jam 3 sore kami tidak sempat kesana. Ternyata sebagai penggantinya kami bisa melihat permainan Pak Agus Cahyana yang sungguh menghibur kami, dan kami bisa ketemu langsung dengan senimannya.

Setelah puas berjalan-jalan dan berfoto di Tangkuban Perahu, maka Pak Asep menawarkan kami untuk mampir ke Pabrik Kopi Luwak Cikole. Kami setuju saja.
Di sana, kami diajak untuk melihat proses pembuatan kopi dari biji kopinya, kemudian dimakan luwak dan proses setelah dikeluarkan lagi oleh luwaknya. Kami juga diberitahu mengapa kopi luwak tidak membuat lambung terasa pedih dan hal-hal informatif lainny. Anak saya Gita, tertarik dengan luwaknya dan bermain dengan salah satu baby luwak karena mereka jinak.
Terakhir kami mencoba kopinya di Café yang sudah disediakan untuk para tamu mencicipi rasa kopi luwak.

Kemudian acara dilanjutkan ke De Ranch yang terletak di Lembang juga. Tempat yang sangat luas ini disulap menjadi tempat rekreasi. Ada kandang kuda yang sangat luas di mana kita bisa melihat kuda-kuda merumput. Kita juga bisa naik kuda, bermain panahan, menikmati musik country dengan memakai topi cowboy, dan banyak permainan lainnya untuk anak dan dewasa. Sungguh mirip cerita Cowboy he he ….


Untuk tiket masuk Rp 10.000,- tapi tiket ini bisa ditukar dengan minuman susu segar.
Di tempat ini ada juga Restoran yang menyediakan banyak pilihan masakan.


Acara berikutnya kami ke Floating Market Lembang.
Harga tiket masuk Floating Market Lembang adalah 10,000 Rupiah per orang, dan 5,000 Rupiah per mobil. Tiket masuk Floating Market Lembang yang sudah dibeli kemudian dapat ditukarkan dengan berbagai jenis minuman hangat di dalam, pilihan minuman hangat yang ada yaitu Lemon Tea, Milo, Coffe latte, dan Choco Latte.


Kami hanya sebentar saja disana karena sudah terlalu sore dan harus segera balik ke Bandung karena kami sudah memesan travel dari Bandung Jakarta jam 19.30 malam.

Puas juga jalan-jalan ke Bandung. Suasana yang adem di Lembang dan banyak tempat menarik yang dapat dikunjungi serta wisata kuliner yang enak-enak juga. Mantaaap…