Selasa, 15 Desember 2015

Jalan Jalan ke China Day 9 : Yuyuan Garden dan the Bund di Shanghai

Itinerary day 9 : Shanghai Yuyuan Garden, Chenghuang Miao (City God Temple), The Bund

Hari ini kami naik MRT menuju Yuyuan Garden. Pada waktu berangkat saya membayangkan akan ke taman yang luas yang banyak bunga dan pepohonan. Ternyata salah dugaan, Yuyuan Garden yang dulunya taman telah berubah menjadi pertokoan dengan arsitektur China.

Yuyuan Garden

Yuyuan Garden

Di area Yuyuan Garden terdapat toko makanan (Pia, Kue-kue khas China, Ice Cream Hagendazz, dan brand international juga ada), toko souvenir, sutra, lukisan khas China dan lain-lain.
Pokoknya tidak bosan kalau ke Yuyuan Garden karena kita bisa memborong souvenir dan lukisan khas China dengan mutu yang bagus.




Saat kami berjalan-jalan, ada 1 toko yang rame sekali dan banyak orang yang lagi ngantre. Adik saya ikutan dalam antrean karena penasaran. Ternyata antrean orang yang mau membeli Xiao Long Pao. Nama restorannya Nan Xiang Xiaolong Mantou (南翔小笼馒头). Ternyata restoran ini sangat populer dan sudah berumur 113 tahun. Lantai bawah restoran khusus untuk Take Away . Di Lantai 2 untuk mereka yang makan disana. Di lantai 3 untuk makanan yang lebih eksklusif. Kami membeli Xiao Long Bao dan Hot soup bun.

Xiao Long Baonya dikemas dalam kotak gabus, enak sekali rasanya. Hot Soup Bunnya disajikan dalam mangkok plastik kecil dan dilengkapi dengan sedotan dan sendok kecil. Cara makannya disedot karena di dalamnya ada semacam kuah. Rasanya sih menurut saya agak aneh,masih lebih enak Xiao Long Baonya.

Ini dia penampakan Hot Soup Bunnya


Setelah makan Xiao Long Bao, kami lanjutkan ke toko-toko yang lain. Banyak toko makanan yang menyediakan tester untuk calon pembelinya. Jadinya kami mencoba satu demi satu tester makanan dan membeli beberapa makanan. Wah enak dan unik makanannya. Jadi ingin mencoba semuanya. He..he..he..


Selain toko makanan, ada juga toko souvenir dan lukisan. Lukisannya bagus-bagus. Setelah puas ke toko, masih dalam kompleks yang sama kami menuju ke  Chenghuang Miao (City God Temple). Modelnya sama seperti klenteng di Surabaya, tempat untuk bersembahyang.





Destinasi berikutnya adalah The Bund. The Bund adalah kawasan sekitar Sungai Huangpu. Di sepanjang jalan, kita bisa melihat bangunan tua dan bernilai sejarah dirawat dengan baik dan masih dipakai untuk Bank dan Kantor lainnya. Senangnya jalan kaki di Shanghai adalah jalannya yang lebar dan banyak penghijauan sehingga nyaman. 





Banyak gedung-gedung lama
dengan arsitektur menarik di sepanjang perjalanan ke The Bund 


Swalayan yang ada di salah satu MRT

Gedung tinggi di kawasan the Bund


Berfoto di the Bund
Karena angin cukup kencang ketika  kami sampai di The Bund, hanya sebentar foto-foto lalu kami lanjutkan dengan makan malam disekitar lokasi.

Acara berikutnya kembali naik MRT menuju ke Hotel. Karena hari ini hari terakhir kami di Shanghai, kami harus packing barang barang kami.  Kemudian jam 10 malam dibantu oleh Resepsionis Hotel kami booking 2 unit taxi untuk menuju ke Bandara. 

Bye Bye Shanghai. Suatu saat kami akan kembali lagi!

Minggu, 13 Desember 2015

Jalan Jalan ke China Day 8 : Jalan Jalan Hepi di Shanghai

Itinerary hari ke 8 : Nanjing Road, The Sightseeing Tunnel, Oriental Pearl TV, Xin Tian Di

Hotel Ibis Shanghai yang kami tempati ini ternyata agak jauh dari kota tetapi di sebelah hotel ada Stasiun MRT. Sehingga kami memutuskan kemana-mana naik MRT saja. Hitung-hitung lebih irit.



Hari ini kami rencana ke Nanjing Road, jadi kami naik MRT ke Nanjing Road dan keluar ke sebuah Mall. Di Mall, kami melihat ada counter jus yang memajang buah peach , kami membeli beberapa buah dan meminta pelayannya untuk memotong-motong peachnya. Wah .. ternyata enak sekali buahnya.
buah peach
Acara dilanjutkan dengan makan pagi di Mall itu juga.


Kemudian kami berjalan ke Nanjing Road. Dan ternyata Nanjing Road sangat panjang, sehingga kalau mau melihat sepanjang jalan kita bisa mencoba Nanjing Road Sightseeing Bus atau lebih tepatnya Kereta. Keretanya ada yang terbuka (tanpa jendela) dan ada yang tertutup. Dinding luar busnya dihiasi dengan iklan-iklan Bank atau Brand ternama lainnya

Kereta ini berjalan lambat sepanjang jalan di Nanjing Road, sehingga kita bisa melihat-lihat toko yang berjualan disana dan memastikan yang mana yang menjadi tujuan kita untuk shopping. Hampir sebuah brand ternama ada disepanjang Nanjing Road.

Nanjing Road



Kami mencoba naik Keretanya dan turun di ujung jalan. Mencoba beberapa makanan tradisional seperti Moon Cake, kacang dan lain-lain. Setelah itu membeli obat-obatan dan shopping.
Kami kembali lagi ke tempat semula dengan naik kereta lagi, kali ini dengan Kereta terbuka.

Mooncake yang enak :D




Acara Shopping sudah selesai. Karena persediaan yuan sudah menipis, kami mampir ke sebuah bank untuk menukar dolar ke CNY.


Acara dilanjutkan dengan makan siang. Setelah makan siang, kami mencari informasi mengenai The Sightseeing Tunnel. Berdasarkan informasi, kita harus berjalan menuju ke The Bund dekat dengan Nanjing Road, kemudian melalui pintu masuk tersebut kita bisa membeli tiket The Sightseeing Tunnel.
Jalan jalan menerjang hujan menuju sight seeing tunnel
menuju ke tunnel
The Sightseeing Tunnel, adalah Terowongan yang menghubungkan antara the Bund dan Oriental Pearl TV. Terowongan sepanjang 646,7 meter ini hanya ditempuh selama 3-5 menit dengan kereta cepat. Di dalam terowongan, jika kita melihat kedepan akan terlihat warna-warni lampu menembus kegelapan seperti permainan game luar angkasa. Tak terasa kita sudah sampai tujuan. Wah .. cuman sebentar saja bayarnya CNY 50. Ya memang singkat dan tidak terasa tapi tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru.

Keluar dari tunnel

Ketika kami keluar ternyata Oriental TV sudah sangat dekat dengan kami. Kami ambil foto sebentar.

Kemudian di depan Oriental TV tersebut ada jalan layang yang dipakai pejalan kaki untuk menikmati malam hari dan banyak restaurant dan café di ujung jalan. Kami mencoba makan malam disana.
Makan malam

Acara berikutnya menuju XinTian Di dengan naik MRT. XinTian Di adalah kawasan toko dan café yang berarsitektur unik dan yang dijualpun unik. Ada toko yang menjual patung lilin tokoh-tokoh terkenal atau kalau mau patung lilin kita sendiri juga bisa dibuat berdasarkan order. Bangunan tokonya juga antik-antik. Senang sekali melihat pernak-perniknya.
Di depan sebuah toko dengan hiasan yang unik

Suasana Xin Tian Di

Sabtu, 12 Desember 2015

Jalan Jalan ke China Day 7 : Menikmati Keindahan Mount HuangShan


Setelah Makan pagi Mi Instan, kami diantar Mr. Shawn ke Stasiun Bus di Huangshan. Untuk naik gunung di Huangshan kita harus membeli tiket Bus. Setelah sampai di atas Gunung, baru boleh naik dengan jalan kaki atau Cable Car.

Sesampai di Stasiun Bus , Mr. Shawn meminta kami untuk membeli tiket Bus ke Shanghai dulu daripada nanti sore kehabisan. Kami membeli tiket ke Shanghai yang paling sore. Dan dapat yang jam 5 sore. Kemudian menitipkan semua koper kami di tempat penitipan barang di salah satu toko di stasiun, sehingga tidak banyak barang yang kami bawa naik gunung. Hanya 1 tas ransel dan 1 tongkat.

Setelah urusan tiket bus ke Shanghai selesai, kami membeli tiket bus untuk naik Gunung. Antrian tiket bus pagi ini sudah cukup panjang.
Ini dia pemandangan dari atas bus.



Semua penumpang di bus sampai berdecak kagum karena belum sampai keatas gunungnya  kami sudah disuguhi pemandangan yang begitu menawan. Awan berjalan dan hijaunya pepohonan.

Sesampai di atas gunung kami diturunkan di stasiun Yungu cable car. Ternyata perjuangan belum selesai karena antrian pagi itu benar2 gila. Sangat panjang maksudnya. Kami sempat putus asa karena sudah membeli tiket jam 5 sore ke Shanghai. Dan jam sudah menunjukkan pukul 10 ketika kami sampai di Cable Car.  Kata Petugasnya , antri bisa 3 jam-an. Belum kami masih harus Naik Gunung dan balik naik cable car lagi. Wah bisa ketinggalan bus ke Shanghai.



Kemudian kami mampir ke counter informasi, oleh petugas yang baik hati itu, kami diminta menanyakan ke petugas pintu keluar Cable Car. Puji Tuhan kami dapat prioritas karena bawa ortu. Semula hanya Mama saja yang boleh masuk lewat pintu ini. Tapi setelah meyakinkan Petugas bahwa kami tidak bisa kehilangan rombongan karena ramai sekali di dalam sana, Akhirnya oleh Petugas, kami diminta gantian 2 orang-an masuk lewat pintu ini, karena takut membuat iri yang lagi antri di pintu masuk. Di belakang kami ternyata juga ada yang ngikut karena bawa anak kecil. Petugas juga minta agar bersabar agar tidak kelihatan orang yang lagi ngantri di pintu masuk.
Wah… Lega juga karena nggak mungkin ketinggalan bus. Akhirnya, tanpa antri kami bisa naik Cable Car berkat  Mama he…he..he..


Di Cable Car pemandangannya bagus sekali. Mama bilang tidak perlu naik tandu, sudah cukup lihat gunungnya dari Cable Car saja.

Setelah turun dari Cable Car. Mama menunggu di Stasiun Cable Car dan kami berjalan menyusuri Gunung Huangshan sampai ke hotel di atas Gunung yaitu Beihai Hotel. [Foto rute]
Dalam perjalanan kami menemui banyak spot foto yang bagus dan ada tanda petunjuk arah dimana kita berada, jadi tidak mungkin kesasar. Yang mau romantis2an, juga tersedia tempat untuk pasangan menaruh gembok cinta.


 

 

 
Seharusnya masih banyak rute yang bisa dilalui tetapi karena kaki sudah capek karena jarang naik turun gunung dan perhitungan waktu yang mepet, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke stasiun Cable Car.

Wah puas sekali sudah ke Huangshan. Gunung yang paling indah yang pernah kami temui.
Kami kembali menaiki Cable Car, kali ini juga tidak perlu antri karena Mama sudah menunggu di tempat tunggu Cable Car.

Naik Bus lagi menuju kota Tangkou. Sampai disana sudah jam 2 siang, dan kamipun makan siang sebentar di resto dekat stasiun. Setelah mengambil barang di tempat penitipan barang, kami menuju ke stasiun menunggu jadwal pemberangkatan bus.





Perjalanan ke Shanghai seharusnya 6 jam molor kurang lebih 8 jam karena macet dan ada kecelakaan di tol.

Sesampai di Shanghai , di terminal busnya tidak ada tempat perhentian khusus taxi. Kami harus mencari taxi di jalan raya. Kebetulan waktu itu hujan turun lebat sekali. Setelah menunggu dan menunggu, akhirnya dapat taxi ke hotel. Untungnya hotelnya tidak terlalu jauh dari terminal bus.


Rabu, 09 Desember 2015

Jalan Jalan ke China Day 6 : Pengalaman Naik Bus dari Hang Zhou ke HuangShan

Hari ini kami santai di Apartemen karena rencana mau ke Stasiun bus jam 12 siang. Dua saudara saya berjalan ke sebuah mall dekat apartemen karena ada Sale H&M Department Store. Saya dan yang lain bersantai di apartemen sambil menonton TV. Jam 12 tepat kami menuju Stasiun dengan taxi.

Ternyata karena musim liburan susah cari bus .Setiap jam mestinya ada bus ke Tangkou, kota kecil di kaki Gunung Huangshan, tetapi tiket bus sudah habis terjual. Akhirnya kami mendapat tiket bus jam 5 sore dengan harga CNY 100 per orang . Wah .. nunggu hampir 5 jam deh.
Stasiun Busnya dipenuhi orang yang mudik karena Cing Bing. Cari tempat duduk juga agak susah karena penuh.

Stasiun yang penuh sesak
menunggu
Pasrah, akhirnya kami ke Mc. Donalds untuk membeli makan siang dan mencari tempat duduk.
Setelah makan, waktu kami manfaatkan untuk jalan-jalan sekitar stasiun, membeli oleh2 makanan dan pernik2 lainnya tapi harganya ternyata lebih mahal.

Mama sempat berbincang dengan salah satu pemudik. Dia menanyakan kami dari mana? Kemudian Mama menjelaskan bahwa kami dari Indonesia. Mereka bilang bahasa mandarin Mama bagus sekali. Mama bilang karena dulu di Indonesia ada sekolah mandarin.  Kemudian dia menjelaskan bahwa hari Libur Cing Bing biasanya digunakan untuk pulang ke kampung halaman atau untuk berwisata sehingga semua stasiun bus dipenuhi orang. Dia berbaik hati menelpon ke Villa di Huangshan yang kami pesan, dan meminta petugas Villa untuk menjemput kami jam 9 malam. Tetapi Petugas meminta kami menelpon dia sesampai di Tangkou.

Akhirnya bus berangkat jam  setengah 6 sore. Busnya bagus bertingkat 2 dan masih baru, sehingga cukup nyaman. Perjalanan bus dari Hangzhou - Tangkou memakan waktu 4 jam. Sampai di Tangkou jam 9.30 malam.
Di tingkat 2 dari bus
Sesampai di Tangkou kami meminta petugas Bus untuk menelpon ke Villa. Sambil menunggu dijemput petugas penginapan, kami ke toko di Stasiun yang banyak menjual perlengkapan naik gunung. Kami membeli tongkat yang besok akan dipakai untuk naik gunung.

Ketika Petugas Penginapan datang, kami berkenalan, namanya Mr Shawn. Bahasa Inggrisnya bagus sekali. Ternyata mobilnya tidak cukup untuk kami berenam. Jadinya mobil harus balik lagi dan mengantar rombongan berikutnya.
 
Villa yang kami tempati di HuangShan
Setelah sampai di Villa, Mr. Shawn menunjukkan kamar yang bisa kami tempati. Kemudian mengambil peta, menjelaskan rute yang bisa kami tempuh untuk keesokan harinya serta menawarkan jasa tandu jika Mama membutuhkan. Mr. Shawn akan mengantar kami besok pagi2 jam 5 pagi ke stasiun Bus. Akhirnya baru bisa tidur jam 12 malam.

Selasa, 08 Desember 2015

Jalan Jalan ke China Day 5 : Makan Enak di Danau XiHu

Hari ini kami bangun agak siang, beli air mineral dan pop mie di minimarket sebelah apartemen untuk sarapan. Mengurus cucian di Laundry karena banyak baju yang basah dan lembab dampak sering kehujanan. Setelah semua beres, kami mencari bus untuk menuju ke Danau Xihu. Sempat nunggu agak lama di tempat perhentian bus karena sopirnya lagi makan. Akhirnya bus jalan juga.

Di bus kami bertemu dengan seorang Ibu yang sedang mengajak adiknya jalan-jalan ke Danau Xihu juga. Jadi kami bisa turun bersama mereka supaya tidak kesasar. Sesampai di tujuan, mereka menunjukkan tempat masuk danaunya. Mereka tidak masuk danau karena mau makan siang dulu. Adiknya merekomendasi restoran itu karena makanannya yang enak dan menyebutkan beberapa menu favorit restoran tersebut. Akhirnya kami ikut mereka makan siang di restoran tersebut. Ini di Restorannya.


Namanya Weizhuang Restaurant, tempatnya persis di depan Danau Xihu (websitenya:  www.zwgweizhuang.com). Ternyata setelah saya search di internet, restoran ini terkenal di Hangzhou. Wah tidak rugi ketemu orang lokal, sehingga tahu makanan favorit mereka. Enak enak pula.

makanan enak yang direkomendasikan orang lokal
Setelah makan enak, kami masuk ke danaunya. Tempatnya sangat luas dan teduh. Banyak pedagang yang menjual souvenir khas China. Dan juga ada fasilitas pemotretan dengan memakai baju tradisional China.





Puas menikmati pemandangan, sampailah kami di tepi danau. Di sana kami beli tiket untuk naik perahu mengelilingi danau Xihu. Perahu turun di tempat yang berbeda dari tempat kami naik tadi. Ternyata kami turun di tepi lain Danau Xihu. Jadi kami bisa jalan-jalan di sisi yang berbeda dengan tempat semula.



Naik kapal sepanjang danau Xihu
Setelah puas kami berjalan keluar lokasi untuk mencari Bus menuju ke Musical Fountain. Karena sudah sore, Bus penuh dengan penumpang. Maka kami mencoba naik mobil carter yang banyak ditawarkan di pinggir jalan. Setelah nego biaya (CNY 70) kamipun diantar ke tempat Musical Fountain. Supir menjelaskan bahwa pertunjukan biasanya jam 7 malam. Karena waktu masih menunjukkan jam 6 sore kami masuk ke salah satu restoran Jepang untuk makan malam disana. Jadi selain jalan-jalan, kami hari ini juga wisata kuliner.

Makan malam
Kemudian jam 7 tepat kami keluar ke tepi danau. Tapi kok sepi-sepi saja. Ternyata kami baru tahu, bahwa pertunjukannya bukan di tepi danau ini. Melainkan masih agak jauh dari tempat kami berdiri. Akhirnya kami melihat pertunjukannya dari tempat yang agak jauh dan tidak kedengaran musiknya. He.. he..he..

Kemudian kami kembali ke Hotel dengan bus. Sempat salah turun dan jalan cukup jauh. Tapi tidak apa2 karena kami dapat melihat-lihat suasana malam di Hangzhou. Meskipun daerahnya cukup sepi tapi aman.

Di Hotel, kami berencana membeli tiket Bus online untuk besok ke Huangshan. Tetapi agak susah bookingnya karena harus dengan huruf Mandarin. Akhirnya kami membatalkan beli online. Pikir kami, besok saja langsung pesan di stasiun busnya.

Jalan Jalan ke China Day 4 : Tersesat di Temple Of Heaven, Pertama Kali Naik Bullet Train

Tujuan hari ini (hari keempat) adalah ke Temple of Heaven. Untuk menyingkat waktu dan karena mengajak Mama maka sebagian berangkat ke Tiantan Park (Temple of Heaven) dengan naik taxi dan 3 orang lagi berangkat dengan naik MRT. Kami janjian ketemu di pintu masuk. Sesampai disana dan menunggu beberapa lama kok tidak ketemu rombongan satunya. Ternyata pintu masuknya ada banyak 4 pintu. Wah sempat bingung juga. Akhirnya kami nekad masuk dengan membayar tiket masuk taman, dan untuk masuk ke temple-nya harus bayar tiket masuk lagi.

Adik saya sempat mencari rombongan yang hilang ke pintu masuk yang lain. Karena sangat besar tamannya adik saya naik semacam golf car untuk mencapai 3 pintu lain tersebut. Tapi yang dicari tetap tidak ada. Pada waktu kembali ke Templenya malah ketemu rombongan yang hilang sudah jalan-jalan disana. Wah capek deh.

Pelajaran yang harus diterima: Jangan pernah berpisah dengan rombongan, karena tidak ada HP jadi susah sekali mencarinya.

Taman di Tiantan Park sangat besar dan teduh, banyak sekali pepohonan. Di taman banyak orang yang berkumpul dan beraktivitas . Ada yang bermain musik, bernyanyi, senam pernapasan, belajar kungfu atau sekedar duduk-duduk main catur. Anak-anak kecil lari dan kejar-kejaran. Juga ada anak-anak TK yang sedang berjalan-jalan dengan gurunya. Dan tentu saja kami, turis, hanya mengamati dan menikmati keindahan dan keteduhan taman ini.





Templenya sendiri adalah tempat pemujaan agama Tao. Dibangun di area yang luas dan terdiri dari Bangunan Utama di tengah dan 2 bangunan lain di samping kiri dan kanannya. Pada waktu kami kesana ada pasangan yang lagi foto Prewedding disana. Di udara yang cukup dingin, mereka pakai baju pengantin ditambah lagi hujan turun cukup deras. Brr….Brrr… Yang lihat aja nggak tahan apalagi yang difoto.

Setelah puas di Tiantan kami makan siang dulu. Di perjalanan kami melihat sepeda yang diparkir dengan tempat kartu gesek disampingnya, ternyata itu rental sepeda. Jadi kalau mau rental sepeda tinggal gesek kartu dan kembalikan sepeda ditempat yang ditentukan. Wah canggih ya.





Setelah makan siang, kembali ke hotel, berkemas dan menuju ke Station Bullet Train dengan naik 2 taxi. Station Bullet Train ternyata penuh sesak karena di China lagi libur 3 hari merayakan hari Cing Bing, yaitu hari untuk menghormati arwah orang meninggal.
Jalan di stasiun
Perjalanan dari Beijing ke Hangzhou 6 jam, cepat sekali. Berangkat jam 17.00 sampai di Hangzhou jam 23.00. Tiket kereta seharga CNY 539 per orang. Kita bisa melihat speed keretanya di monitor di dalam kereta. Ternyata kecepatannya sekitar 300 km/jam. Pantas perjalanan Beijing Hangzhou cepat sekali. Kalau mau makan tinggal beli di restoran di gerbong tersendiri.





Sampai di Hangzhou sudah larut malam, kami melihat para penumpang berdesakan cepat-cepat keluar dari kereta dan kami masih santai jalan dan melihat suasana. Ternyata karena sudah malam hari, beberapa pintu keluar sudah ditutup. Hanya ada satu pintu keluar dan penumpang sudah antri mengular untuk mendapatkan taxi. Wah.. butuh perjuangan lagi untuk sampai di penginapan dan tidur. Banyak calo taxi gelap yang menawarkan untuk mengantar kami tapi dengan harga yang tinggi. Kami tidak berani memakai taxi gelap, takut kenapa-napa dan tidak sampai hotel. Ternyata tidak beberapa lama Polisi datang mengejar para calo taxi agar tidak menawarkan taxinya di Station. Untung kami tidak sampai pakai jasa mereka.

Petugas Security mengarahkan kami, karena ada orang tua yang ikut bersama kami. Petugas membantu mama agar tidak perlu ngantri taxi. Jadi mama dan 2 saudara saya jalan dulu di 1 taxi agar dapat sampai duluan ke hotel. Yang 3 lainnya tetap antri kira-kira 1 jam. Benar-benar capek hari keempat ini.

Salut untuk China karena mereka sangat memperhatikan kaum lansia di antrian bus, antrian taxi ataupun MRT. Kaum lansia, wanita hamil dan anak-anak harus didahulukan dan harus mendapat tempat duduk.

Ini dia kamar kami di Citadines Apartement Hangzhou. Apartemennya lengkap: ada 2 sofa besar, TV dan DVD player, dapur dan perlengkapannya, meja makan, laundry dengan koin, setrika dan mejanya.

narsis di apartemen citadines
ini dia kamarnya