Selasa, 01 Desember 2015

Jalan Jalan ke China Day 2 : Hujan-Hujan ke TianAnMen Square dan Forbidden City

Pagi ini kami mencari rental mobil yang dapat mengantar kami ke Hotel Novotel Qinjiao di tengah kota. Karena kami berenam dengan barang bawaan yang banyak pula maka harus cari mobil yang cukup besar. Oleh resepsionis hotel kami dikenalkan dengan seorang sopir yang mau mengantar kami ke Hotel. Tarifnya cukup mahal RMB 250 (Rp 500.000,- an) sekali jalan.

Daripada kelamaan dan diluar udara dingin sekali dan sesekali hujan turun, kami akhirnya meng-iyakan tawaran sopir tersebut. Perjalanan sekitar 1 jam dari Bandara ke tengah kota. Karena lagi Musim Semi sepanjang perjalanan indah sekali. Kami melihat bunga berwarna-warni, daun-daun hijau, dan bunga Sakura bersemi disepanjang jalan.

Sesampai di Hotel Novotel, kami mengurus administrasi untuk Check In dan alangkah senangnya karena kami diberi Free Breakfast untuk 2 orang.

Acara kami hari ini adalah ke TianAnMen Square dan Forbidden City. Agak malas juga keluar hotel, karena diluar hujan dan kamar hotel kami hangaaaaat. Tapi kalau nggak keluar sekarang kapan jalan-jalannya.

Dengan semangat dan perlengkapan jaket, jas hujan dan payung kami berjalan menuju Tian An Men Square. Di peta kelihatannya dekat sekali, tapi setelah berjalan cukup lama barulah kami sampai di tempat.





Di Tian An Men penjagaan cukup ketat, tiap orang yang akan masuk diperiksa satu persatu dengan detector. Tempatnya sangat luas dan di belakang dari TianAnMen ada Istana Terlarang atau Forbidden City yang juga sangat luas, sehingga cukup capek mengelilinginya

Ini  fotonya




Malam harinya kami menyempatkan ke sebuah shopping Mall, lupa apa namanya. Makan sebentar dan sempat meminjam HP seorang pejalan kaki yang melintas, untuk menghubungi sopir yang mengantar kami dari bandara tadi pagi. Kami meminta dia untuk mengantar kami besok ke Great Wall, Summer Palace, National Stadium dan Wang Fu Jing. Setelah tawar menawar, kami sepakat dengan harga RMB 700.

Agak kesulitan untuk telpon di China, karena kita tidak dapat beli kartu SIM Card jika tidak ada KTP China. Untuk menghubungi tanah air selama disana kami mengandalkan WiFi di tempat makan. Karena urusan transportasi sudah beres, kami bisa kembali ke hotel dan beristirahat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar