Minggu, 07 Mei 2017

Jalan Jalan ke Banyuwangi Day 3 : Indahnya Kawah Ijen dan Petualangan di Taman Nasional Baluran

Hari ketiga dimulai pagi pagi sekali setelah midnight untuk mendaki gunung Ijen dengan tujuan : Kawah Ijen :) Kawah Ijen terkenal akan keindahannya dan terutama Blue Fire yang konon hanya ada 2 di dunia. 

Untuk persiapan ke Kawah Ijen :
Baju hangat (bisa kaos lengan panjang), Celana panjang tebal atau celana training,  Jaket tebal, Sepatu Olahraga atau Sandal Gunung dan Kaos kaki tebal, Topi kupluk, Syal dan kaos tangan, serta Masker dan Oxican. Tidak lupa air mineral dan roti secukupnya untuk bekal.

Pukul 23.30 hari sebelumnya  kami sudah berangkat menuju Kawah Ijen. Perjalanan sekitar 1 jam dari Hotel Santika.
Sesampai di Ijen, Pak Adit mencarikan guide untuk mengantar kami.
Jasa Guide Rp 50.000,- per orang.
Tiket Kawah Ijen : Mobil Rp 10.000,- dan Tiket Pengunjung Rp 8.000,-

Sekitar Pukul 1 dini hari kami memulai perjalanan di area yang masih gelap. Kami beruntung karena hari itu, di mana kami akan mendaki gunung, tidak hujan. Guide kami Pak Arif memandu kami dengan lampu senter di kepala dan 1 senter tangan yang dibawa oleh salah satu dari kami. Karena kami tidak biasa naik gunung, kami jalan pelan-pelan dan kalau capek istirahat sebentar.
Jalan yang dilalui ada yang landai dan ada yang menanjak. Pak Arif selalu memberi semangat kepada kami pada waktu di tanjakan. “ Hanya 200 meter tanjakannya “ katanya. Dan Pak Arif juga memperingati kami jika disebelah kanan ada jurang, kami diminta untuk berjalan di sisi kiri jalan.

Dengan semangat tersebut akhirnya kami melampaui beberapa pos perhentian. Semakin mendekati kawah hawa belerang makin kuat sehingga masker mulai dipakai. Oksigen yang kami bawa juga kami pakai karena sudah mulai susah bernapas. Karena asap juga mulai banyak, Pak Arif meminjami kami Masker asap (di dalam masker ada semacam filter arang untuk mengurangi efek asap belerang).

Masker asap supaya tidak terkena asap belerang
Di Pos perhentian yang terakhir ada warung yang dapat kami pakai beristirahat. Makan mie instan cup berinisial P dan roti yang kami beli di warung sebelum mendaki.
Saran saya sebaiknya jangan istirahat terlalu lama karena makin terasa capeknya.
Perjalanan kami lanjutkan dan sampai di atas kawah sekitar Pukul 03.00 pagi.
Bagi yang mau mendekati kawah bisa jalan lagi turun ke kawah tapi jalannya agak terjal dan bau belerangnya semakin kuat.

Kami memilih melihat Blue Fire di atas kawah. Tapi karena cuaca agak berawan dan banyak kilatan lampu Camera pengunjung yang mengambil foto di bawah kawah, blue fire hanya terlihat sedikit..
Ini dia hasilnya.
Blue Fire dari kejauhan
Pelan-pelan langit berubah merah dan akhirnya terang.

Wah sungguh indah sekali.
Kawah Ijen

Selebrasi naik gunung
Kecapekan kami mendaki kawah setinggi 2799 m di atas permukaan laut ini terbayar sudah dengan pemandangan yang sungguh mengagumkan ini.

Wah sungguh indah!

Mejeng dulu di Kawah Ijen
Pelan- pelan hawa belerang juga mulai hilang. Tapi kami malah jadi kedinginan.
Setelah puas berfoto-foto. Kami memutuskan untuk pulang.
Perjalanan kali ini menurun. Sering kami terpeleset karena jalannya berpasir. Pak Arif menjelaskan bahwa kalau musim kemarau malah pasirnya beterbangan dan membuat mata pedih.
Karena hari sudah terang, kami bisa melihat jalan yang kami lalui pagi buta tadi dengan lebih jelas. Pemandangan sangat indah. Kami bisa melihat Pos perhentian,  jurang yang kami lalui dan jalan terjalnya.

Di pertengahan jalan, kami diikuti oleh para penambang yang membawa kereta kosong. Mereka menawari kami untuk naik ke keretanya. Kereta ini bentuknya seperti gerobak, ya memang aslinya gerobak untuk mengangkut belerang. Tapi lebih enak disebut kereta saja hahaha. Akhirnya kami memutuskan untuk naik kereta tersebut.

Capek turun gunung, akhirnya naik kereta (alias gerobak)

Harga kereta Rp 100.000,- kalau dari atas kawah. Tapi karena sudah di pertengahan jalan ditawarkan Rp 50.000,- per kereta.
Pada waktu naik gunung pagi buta tadi juga ada yang menggunakan jasa kereta seharga Rp 400.000,- untuk sekali naik (kalau naik agak berat dan menanjak sehingga kereta harus ditarik oleh 3 atau 4 orang) atau Rp 600.000,- untuk naik dan turunnya. Kebanyakan orang yang sudah tua yang menggunakan jasa kereta tersebut.

Di kereta tersebut ternyata ada remnya sehingga aman. Dan kereta tersebut didesain untuk mengangkut berton-ton belerang sehingga cukup kuat bagi kami.

Ternyata enak juga naik kereta. Kurang lebih setengah jam kami sudah sampai di Parkiran mobil. Wah kalau kami jalan kaki dan sebentar-sebentar istirahat bisa 1,5 jam baru sampai parkiran he..he..he.. Kami cepat-cepat ngantri di toilet karena sudah tidak betah, di atas gunung sama sekali tidak ada toilet.
Jadi tips kami :
Ke toilet sebelum naik gunung dan setelah turun gunung.

Kami berterima kasih kepada Pak Arif yang dengan sabar memandu kami serta menanyakan No.Hpnya (HP Pak Arif 085212465228).

Kami kembali ke mobil dan Pak Adit mengantar kami ke Hotel untuk beristirahat dan makan pagi. Jam 14.00 kami berangkat lagi untuk makan siang. Makan siang kami di Rawon Bik Ati 2 di Ketapang. Lumayan enak…

Perjalanan kami lanjutkan ke Taman Nasional Baluran. Jalan kesana ternyata juga berbatu-batu. Sungguh tidak enak rasanya. Apalagi sudah kecapekan dari Ijen tadi pagi.

Atas : Taman Nasional Baluran
Bawah : Pantai Bama


Dan ternyata sampai disana kami tidak melihat satupun binatang kecuali kera. Mungkin karena hujan kemarin binatang pada sembunyi semua ya..
Wah rugi deh…
Setelah berfoto-foto sebentar kami memutuskan untuk kembali ke Banyuwangi dan melewati jalan berbatu lagi…. Capek deh…

Setelah itu makan malam Nasi tempong lagi tapi di depot yang lain. Kami kembali ke hotel.

Nasi Tempong dari Day 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar